5 Cara Penyedia Jasa Bangun Rumah Menghadapi Klien yang Menyulitkan


Setiap penyedia jasa bangun rumah atau kontraktor tentunya pernah kesulitan menghadapi kliennya. Hal ini akan semakin buruk bila penyedia jasa melakukan kesalahan saat pembangunan. Sang klien bisa saja menuliskannya review di internet. Padahal, penyedia jasa sebenarnya tidak seburuk yang ia gambarkan. Untuk menghindari hal ini, kontraktor harus menjaga sikap mereka dari awal. Simaklah 5 cara yang dilakukan kontraktor untuk menghadapi klien yang menyulitkan.

1. Ekspetasi yang Bagus
Kontraktor tidak dapat memperkirakan ekspetasi pelanggannya apabila mereka hasil pekerjaan  mereka tidak baik. Karena itu, mereka harus akurat dalam hal berbagai hal seperti biaya dan waktu pengerjaan. Pekerjaan-pekerjaan awal ini akan membantunya mengerjakan proyek yang mereka tangani. Untuk meminimalisir kesalahpahaman, kontraktor juga harus mendokumentasikan pekerjaan mereka. Misalnya ketika klien protes karena waktu penyelesaian rumahnya terlambat. Padahal, keterlambatan tersebut terjadi karena klien meminta perubahan-perubahan.
Komplain dari klien juga dapat terjadi ketika kontraktor tidak mengerjakan apa-apa. Padahal, ada alasan mengapa di hari itu tidak ada pekerjaan. Misalnya seperti jadwal kedatangan inspeksi atau bahan material bangunan yang belum tiba.

2. Membawa Mediator
Klien yang selalu meninjau proyek dapat membuat kontraktor sulit menentukan keputusan. Apalagi jika selama proses konstruksi, sang klien terus-menerus mengubah keputusannya. Padahal, waktu pengerjaan konstruksi sudah terbuang banyak. Akibatnya, pekerjaan kontraktor dapat mundur 4 hingga 6 minggu dari yang sudah direncanakan.
Untuk menghindari hal ini, kontraktor sebaiknya menyarankan klien untuk menggunakan interior designer. Interior designer akan membantu klien memperhitungkan perubahan-perubahan yang mereka inginkan. Dengan begitu, proses konstruksi tidak akan dipersulit. Selain itu, interior designer juga dapat menjadi mediator antara klien dan kontraktor. Bila terjadi perbedaan pendapat antara keduanya, interior designer akan membantu menyelesaikannya.

3. Melakukan penjelasan melalui blueprint
Kontraktor yang profesional tidak akan berasumsi kliennya dapat membaca blueprint. Hal ini penting, terutama jika rumah tidak didesain oleh arsitek, melainkan desinger. Blueprint yang dibuat arsitek biasanya terdiri dari 50-70 halaman beserta detail rumahnya. Sementara bila dibuat designer, blueprint hanya terdiri dari 10-12 halaman. Setiap ruangan di blueprint tersebut juga dapat interpretasikan dengan cara yang berbeda-beda.
Sebelum memulai pembangunan, kontraktor sebaiknya menjelaskan desain rumah ke kliennya. Jelaskan secara detail dari satu ruangan ke ruangan lainnya. Dalam proses penjelasan, akan muncul banyak hal yang klien tidak ketahui. Disinilah kesempatan kontraktor untuk mencatat hal apa saja yang perlu dan tidak perlu dilakukan.

4. Menetapkan harga ke klien
Terdapat klien yang melakukan pengawasan secara berlebih. Ia meminta kontraktor untuk menunjukan pembukuan pada proyek-proyek yang pernah dikerjakan. Dalam hal ini, klien bertujuan untuk memastikan harga yang dikenakan kepadanya. Hal ini tentu akan mengganggu, terutama ketika kontraktor juga sedang sibuk.
Untuk menghadapi klien yang selalu mempertanyakan biaya, kontraktor sebaiknya menyediakan sistem penyecekan biaya. Ketika terjadi perubahan konstruksi, kontraktor akan dengan mudah menunjukan perubahan harganya. Bila kontraktor transparan dalam menetapkan harga, mereka akan mudah memperoleh kepercayaan klien.

5. Menghadapi Situasi Tidak Terduga
Kecelakaan, kematian, perceraian, serta kehilangan pekerjaan dapat terjadi ketika proses pembangunan dilakukan. Namun, kontraktor dapat melakukan tindakan preventif untuk menangani situasi ini. Pertama, kontraktor harus mencantumkan hal mengenai situasi seperti ini di perjanjian kontrak. Misalnya bila kontraktor meninggal, akan ada orang lain yang ia tunjuk. Orang tersebutlah yang akan menyelesaikan pembangunan di rumah klien. Hal yang sama juga berlaku untuk klien. Bila terjadi sesuatu, klien harus mempersiapkan cara untuk mengatasinya. Misalnya dengan menghubungi pihak asuransi atau kerabatnya.

Sumber:
https://www.custombuilderonline.com/5-tips-dealing-difficult-clients

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "5 Cara Penyedia Jasa Bangun Rumah Menghadapi Klien yang Menyulitkan"

Posting Komentar