Menghindari Perilaku Tercela.

sifat tercela
Sumber IG @riski_agustina10
Di era globalisasi ini sudah sangat marak perilaku-perilaku yang menyimpang. Perilaku tersebut bisa di  sebabkan beberapa faktor yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Sebagai makhluk hidup kita harus berusaha menghindari perilaku yang tercela dan menata hidup dengan benar. Perilaku tercela diantaranya adalah: dengki/ iri hati, dusta/berbohong, sombong/takabur. Kita akan membahas semua perilaku tercela ini agar pembaca mengetahui arti dari perilaku tersebut dan mengamalkan kebaikan.


  • Dengki atau iri hati


sifat iri hati yang merugikan diriIri hati yaitu perasaan tidak senang jika orang lain mendapatkan nikmat dari Allah SWT. Apabila sikap itu terus berkembang, ingin merusak dan menggagalkan maka akan berubah menjadi dengki. Orang yang mempunyai sifat iri dan dengki, hatinya selalu bergejolak dan tidak senang. Sifat dengki termasuk penyakit hati yang merusak keimanan. Syaitan selalu membisikkan ke hati manusia agar berbuat keburukan dan permusuhan karena syaitan sangat senang jika manusia mengikuti apa keinginan nya. Sebagi contoh di kehidupan sehari-hari. Mahli rajin menabung,  sisa uang jajan setiap hari nya ia tabungkan.  Setelah akhir tahun terkumpul banyak dan dibelikan sepeda baru. Dedi teman baik Mahli merasa tidak senang,  karena sepeda nya sudah tidak bagus. Dedi selalu mencari alasan untuk memojokkan Mahli. Jika ingin memiliki sepeda seperti Mahli rajin-rajin lah juga menabung.


  • Dusta/Bohong.


berbohong sulosi berjangka pendek maslah jangka panjang
Dusta/bohong adalah berkata dan berbuat tidak sesuai dengan kenyataan/fakta. Dusta merupakan salah satu ciri-ciri orang munafik. Orang yang berbohong tidak akan dipercaya oleh orang lain dan akhirnya mendapat kesulitan dalam hidupnya. Sejak kecil kita harus membiasakan perilaku jujur dan menghindari perilaku dusta. Karena satu kali kita berbohong maka akan menimbulkan kebohongan yang lain. Orang-orang munafik selalu berdusta sehingga akan berbuat kerusakan di masyarakat. Sehingga Allah mengancamnya menjadikan nya kerak di neraka nantinya. Sebab itu kita berhati-hatilah terhadap sikap dusta, dan kita harus hati-hati terhadap orang munafik,  karena orang munafik lebih berbahaya dari orang kafir. Rasullah bersada: "Tanda-tanda orang munafik ada tiga: apabila berbicara dusta,  apabika berjanji ingkar, apabila dipercaya khianat." (Hadits Riwayat Bukhori Muslim dari Abu Hurairah) dan Allah berfirman: "Sesungguhnya orang munafik itu (ditempatkan)  pada tingkatan paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun dari mereka". Tanyakan kepada diri anda sendiri apakah kita termasuk orang munafik, jika tidak Allhamdulillah, jika ia perbaikilah diri kita mohon ampun kepada Allah SWT. dan meminta perlindungan-Nya dari syaitan terkutuk dan dihindarkan dari panas nya api neraka.


  • Sombong/Takabur.

tiada kawan yang mau mendekat
Sikap sombong/takabur merupakan sikap yang harus dihindarkan. Sombong yaitu merasa dirinya lebih dari orang lain, lebih merasa dirinya hebat dan mampu. Orang yang sombong sering meremehkan orang lain dan menganggap orang lain tidak ada apa-apanya dibandingkan dirinya. Orang yang sombong, tidak mau menghargai orang lain,  karena dianggapnya kecil atau lemah. Dia suka membanggakan dirinya dan memamerkan kemampuannya serta kelebihannya.  Allah SWT berfirman pada QS Al-Baqarah ayat 34:

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُواْ لآدَمَ فَسَجَدُواْ إِلاَّ إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

Dan (ingatlah) tatkala Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kalian kepada Adam,” maka mereka pun bersujud kecuali Iblis; ia enggan dan istikbar (arogan) dan ia (pun) menjadi kafir.

Kita sebagai manusia seyogyanya berlaku jujur,  karena kejujuran itu ciri dari kebaikan,  dan kebaikan menunjukkan jalan ke surga. Seseorang yang berlaku jujur dan membiasakan kejujuran, maka Allah SWT memuliakannya sebagai sesorang yang benar disisi-Nya.
   Sebagai contoh ada kisah yang bermakna

Orang Berharta yang Sombong
Konon pada zaman Nabi Musa AS ada seorang lelaki kaya raya yang bernama Qorun. Apa yang di usahakan selalu sukses, sehingga hartanya bertumpuk-tumpuk. Emas dan berlian tidak terhitung lagi. Walaupun hartanya banyak,  Qorun tidak mau membayar zakat atau sedekah untuk orang miskin atau kemasyarakatan. Dia bertambah kikir dan sombong. Nabi Musa pernah mengingatkan kepada Qorun agar mau mengeluarkan zakatnya,  karena harta yang diperoleh itu adalah karunia Allah. Tetapi Qorun malah marah dan berbalik menghadrik Nabi Musa: "kekayaan yang saya miliki adalah hasil jerih payah saya sendiri dengan sungguh-sungguh dalam bekerja." Karena kesombongannya, Qorun dan sekeluarganya serta harta bendanya masuk ke perut bumi, sebagai azab dari Allah. Begitulah nasib orang-orang yang membanggakan hartanya, dan tidak mau bersyukur kepada Allah. Na'uzubillah min zalik. Semoga kita semua terhindar dari perilaku tercela. Dan perdalam lah ilmu agama sehingga kita tidak terjerumus tipu muslihat syaitan. Amin.

Penulis fb @Riski Agustina


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menghindari Perilaku Tercela."

Posting Komentar