Akhlak Terpuji

Akhlak terpuji merupakan sikap dan sifat perilaku yang menjadi contoh teladan bagi manusia. Di zaman sekarang akhlak menjadi suatu pedoman hidup agar kita manusia tidak menyeleweng dalam perbuatan yang tidak benar. Jika kita sering sholat, mengaji dan memperdalam agama tanpa dibarengi dengan akhlak yang baik maka tidak sempurna keiman kita,  karena akhlak merupakan bagian penting dalam beragama. Contoh akhlak terpuji adalah sebagai berikut: _ tawaduk, taat, qanaah, dan sabar._ Dan berikut ini penjelasan-penjalasannya


  • Tawaduk menurut bahasa artinya rendah hati,  sedangkan menurut istilah tawaduk adalah sikap merendahkan hati di hadapan Allah SWT, di hadapan manusia,  maupun terhadap lingkungan. Sifat tawaduk termasuk akhlakul karimah/ akhlak mulia. Orang yang menghiasi dirinya dengan sifat tawaduk ini maka ia tergolong manusia yang berhati mulia. 

  Orang yang mempunyai sifat tawaduk,  senantiasa merendahkan hatinya kepada siapa saja,  bahkan kepada orang bodoh sekalipun. Allah berfirman dalam QS Al-Furqan ayat 63:


وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.

 Orang yang memiliki sifat tawaduk,  maka akan disenangi orang lain.  Orang akan menghargainya dan Allah senang kepadanya. Sebaliknya orang yang memiliki sikap takabur(sombong/tinggi hati)  maka ia akan dibenci oleh orang lain dan dijauhi oleh semua orang.



  • Taat menurut bahasa artinya tunduk,  setia dan patuh. Menutut istilah taat ialah tunduk dan patuh baik terhadap perintah Allah SWT,  Rasul-Nya, maupun ulil amri(pemimpin), kepada orang tua dan guru. Seperti firman Allah dalam QS Al-Fath ayat 17:


لَيْسَ عَلَى الْأَعْمَىٰ حَرَجٌ وَلَا عَلَى الْأَعْرَجِ حَرَجٌ وَلَا عَلَى الْمَرِيضِ حَرَجٌ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ وَمَنْ يَتَوَلَّ يُعَذِّبْهُ عَذَابًا أَلِيمًا

Tiada dosa atas orang-orang yang buta dan atas orang yang pincang dan atas orang yang sakit (apabila tidak ikut berperang). Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya; niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan barang siapa yang berpaling niscaya akan diazab-Nya dengan azab yang pedih.


Ayat ini menjelaskan bahwa orang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka telah disediakan surga baginya. Sedangkan orang yang ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya, maka kelak akan dimasukkan ke dalam neraka untuk menerima azab yang pedih.

  Contoh:
a. Taat kepada Allah SWT. Taat kepada Allah SWT artinya kita melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena apapun yang diperintahkan oleh Allah itu mengandung maslahat(kebaikan)  dan apa yang dilarang-Nya mengandung mudarat(keburukan).

b.  Taat kepada Rasul-Nya. Taat kepada Rasulullah kita wujudkan dengan mengikuti sunah-sunah Rasul. Seperti firman Allah dalam QS At-Taghabun ayat 12:

وَأَطِيعُوا الَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ ۚفَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَإِنَّمَا عَلَىٰ رَسُولِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

Dan ta`atlah kepada Allah dan ta`atlah kepada Rasul, jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.

c. Taat kepada ulil amri(pemimpin), artinya kita harus mentaati pemimpin, pemerintah, UUD.

d. Taat kepada orang tua adalah hukum nya wajib selama perintah itu tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

e. Taat kepada guru merupakan suatu keharusan. Karena guru senatiasa memerintahkan hal-hal yang berkaitan dengan kebaikan siswa. Namun jika guru memerintahkan hal-hal yang tidak baik, apalagi perintah itu bertentangan dengan ajaran Islam kamu dapat menolak nya dengan cara sopan.



  • Qanaah menurut bahasa artinya merasa puas, rela atas bagiannya. Sedangkan menurut istilah qanaah ialah rela dan merasa cukup atas apa yang telah dianugerahkan Alllah SWT kepada kita. Qanaah juga berarti tidak cemas jika sewaktu-waktu mengalami kekurangan.  Orang yang mempunyai sifat qanaah hatinya senantiasa tenang. Sedikit atau banyak ia memperoleh rezeki, ia merasa puas dan tidak pernah lupa bersyukur atas karunia Allah yang diberikan kepadanya. Diriwayatkan didalam sebuah hadits, Rasulullah saw berdabda: "dari Abdillah bin Umar r.a berkata Rasulullah saw, bersabda, sungguh beruntung orang yang masuk Islam mendapat rezeki secukupnya dan ia merasa cukup dengan apa yang telah Allah berikan kepadanya." (HR Muslim). Hadits ini menegaskan bahwa orang Islam yang merasa cukup atasa rezeki yang dianugerahkan Allah kepadanya, dialah orang yang beruntung. Orang yang memiliki sifat qanaah tidak akan berlebihan terhadap segala sesuatunya. Hatinya damai, tentram dan senantiasa bahagia. 



Sabar menurut bahasa teguh hati tanpa mengeluh dalam menghadapi cobaan dan musibah. Menurut istilah,  sabar berarti tahan dalam menghadapi cobaan dan senantiasa ridho serta ikhlas menerima segala ketentuan dari Allah.
 Sabar dalam ajaran Islam dibagi menjadi tiga:

  1. Sabar dalam berbuat kebaikan artinya sabar dalam menghadapi rintangan, halangan, hambatan dan kesulitan yang pasti ditemui oleh seseorang yang berusaha memperoleh sesuatu. 
  2. Sabar dalam menghadapi musibah atau penderitaan. Orang yang sabar tidak akan mengeluh atau putus asa. Ia akan mengembalikan kesulitan yang dihadapi kepada Allah. Seperti firman Allah dalam QS Al-Baqarah ayat 155-156:

وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَىۡءٍ۬ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصٍ۬ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٲلِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٲتِ‌ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّـٰبِرِينَ 
ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَـٰبَتۡهُم مُّصِيبَةٌ۬ قَالُوٓاْ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيۡهِ رَٲجِعُونَ

Dan berikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. Siapakah orang-orang yang sabar? Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang besar, curahan rahmat Allah dan hidupnya dibimbing oleh Allah. Dua, Innalillahi Wainailaihi Rojiun. Sesungguhnya, kami adalah milik Allah dan kembali kepada Allah.


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَقُولُ اللهُ تَعَالَى: مَا لِعَبْدِي الْمُؤْمِنِ عِنْدِيْ جَزاَءٌ إِذَا قَبَضْتُ صَفِيَّهُ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا ثُمَّ احْتَسَبَهُ إِلاَّ الْجَنَّةَ.

“Allah Ta’ala berfirman: ‘Tidak ada balasan yang pantas bagi hamba-Ku yang beriman, apabila Aku mengambil (mewafatkan) orang yang dicintainya kemudian ia mengharap pahala dari musibahnya tersebut, melainkan surgalah (balasan) baginya.” [HR. Al-Bukhari no. 6424]



     3.Sabar dalam menghindari maksyiat. Artinya orang yang sabar dalam kategori ini tidak akan melihat hiburan-hiburan yang dapat merangsang nafsunya seperti, tv, video dll. 

Semoga kita termasuk orang yang akhlaknya terpuji dan beriman selalu kepada Allah. Jauhi larangannya dekati kebaikannya.

 _*Penulis Riski Agustina
Fb: @Ricky Agustina
Ig: riski_agustina10*_



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Akhlak Terpuji"

Posting Komentar